
MATARAM , Jamkesnews – BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi baru bernama layanan PIONIR. Peluncuran resmi dilakukan di Kantor Cabang Mataram. Tujuannya jelas, yaitu menghadirkan pelayanan yang nyaman, modern, humanis, dan fleksibel.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan latar belakangnya. Menurutnya, layanan PIONIR hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis.
“PIONIR hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis menjawab kebutuhan peserta. Melalui PIONIR, kami juga mentransformasikan pola layanan dari yang sebelumnya terkesan reaktif, menjadi layanan yang lebih proaktif,” ujar Akmal dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).
Filosofi Layanan PIONIR
Nama PIONIR ternyata punya filosofi. Singkatan itu berarti Proaktif, Inovatif, Observatif, Nyaman, Integratif, dan Responsif.
Menurut Akmal, filosofi ini mendorong petugas lebih peka. Mereka diharapkan proaktif mengenali kebutuhan peserta sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai. Selain didukung teknologi, layanan ini juga menekankan kepekaan petugas dalam mendampingi peserta.
Antrean Digital dan Petugas yang Menghampiri
Perubahan pola layanan pun terasa nyata. Dulu, pelayanan berfokus pada proses administrasi di loket dengan antrean kertas. Kini, lewat konsep PIONIR, antrean sudah terintegrasi secara digital dan paperless.
Yang menarik, petugas tak lagi menunggu peserta datang ke loket. Sebaliknya, mereka justru menghampiri peserta untuk memberikan pendampingan sejak awal.
Peserta pun bisa lebih santai. Mereka cukup duduk nyaman sambil menunggu petugas melayani. Dengan begitu, tidak perlu lagi berpindah-pindah loket. Ruang pelayanannya juga dirancang lebih terbuka dan tidak kaku seperti model sebelumnya.
Lahir dari Akar Rumput, Waktu Tunggu Turun Drastis
Menariknya, PIONIR bukan program yang dipaksakan dari atas. Menurut Akmal, inovasi ini justru lahir dari akar rumput di Kantor Cabang Mataram. Setelah melihat dampak positifnya, manajemen kemudian mendorong pengembangannya.
Hasilnya pun terlihat nyata. Salah satunya adalah penurunan waktu tunggu layanan. Jika sebelumnya rata-rata mencapai 25 menit, kini hanya sekitar 7 menit.
Ke depan, pengembangan PIONIR akan dilakukan bertahap. Rencananya, layanan ini diterapkan di seluruh kantor cabang BPJS Kesehatan di Indonesia.
Layanan Pionir Dukungan Penuh Pemprov NTB
Inovasi ini juga mendapat dukungan pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menegaskan komitmennya. Menurutnya, setiap program yang melindungi masyarakat wajib didukung penuh.
“Segala sesuatu yang nilainya proteksi terhadap warga NTB harus didukung. Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama,” ujar Abul Chair.
Ia pun mengingatkan bahwa semangat PIONIR tak boleh berhenti pada perubahan fisik ruang. Menurutnya, keberhasilan pelayanan publik butuh kolaborasi banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga seluruh pemangku kepentingan.
“Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan kehormatan bagi NTB untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.