
GUNUNGSITOLI – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berkomitmen memperkuat layanan bpjs kesehatan di Kepulauan Nias. Fokusnya adalah pembenahan RSUD dr Thomsen Nias, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia (SDM), hingga kualitas layanan. Harapannya, warga Nias tak perlu lagi dirujuk ke luar pulau.
Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Surya, saat meninjau langsung rumah sakit tersebut di Gunungsitoli. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Bupati Nias Ya’atulo Gulo, serta sejumlah pejabat Pemprov.
Kapasitas RSUD dr Thomsen Nias Dinilai Memadai
Saat meninjau rumah sakit tipe C tersebut, Surya melihat berbagai fasilitas. Ia sempat mengecek ruang rawat inap dan peralatan medis yang tersedia. Menurutnya, kapasitas rumah sakit cukup memadai untuk melayani warga Nias.
“Saya melihat tadi ada peralatan medis yang bagus, termasuk CT Scan. Ini sangat berguna sebagai pemindai organ dalam, detail jaringan pembuluh darah, sehingga dokter bisa mengetahui kondisi pasien dengan lebih akurat,” ujar Surya.
Prioritas untuk Wilayah 3T
Menurut Surya, penguatan layanan di Nias menjadi prioritas pembangunan. Sebab, kawasan tersebut masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Ia pun membawa pesan khusus dari Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution. Intinya, pembangunan di Kepulauan Nias diminta terus dipercepat.
“Saya membawa pesan dari Bapak Gubernur. Beliau ingin memastikan Kepulauan Nias keluar dari kategori daerah tertinggal. Hal itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kebutuhan daerah lainnya,” katanya.
Selain soal fasilitas, Surya juga menekankan sisi pelayanan. Ia meminta seluruh jajaran rumah sakit mengedepankan layanan yang ramah, profesional, dan berintegritas.
CT Scan Rusak, Butuh Perbaikan
Di sisi lain, Direktur RSUD dr Thomsen Nias, Noferlina Zebua, memaparkan kondisi terkini. Ia menyebut rumah sakit memiliki 230 tempat tidur untuk pasien rawat inap.
Namun, ada satu kendala penting. Alat CT Scan yang dimiliki saat ini rusak. Akibatnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan itu harus dirujuk ke luar Pulau Nias.
Menurut Noferlina, perbaikan alat tersebut butuh penggantian suku cadang sekitar Rp2 miliar. Selain itu, rumah sakit juga memerlukan tambahan dokter spesialis, tenaga perawat terlatih, serta dukungan logistik kesehatan.
RSUD dr Thomsen Nias Rencana Pengelolaan oleh Pemkot
Pada kesempatan yang sama, Bupati Nias Ya’atulo Gulo turut memberi keterangan. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Nias kini sudah memiliki rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta di Gunungsitoli.
Ia juga mengungkap adanya rencana penyerahan pengelolaan RSUD dr Thomsen Nias. Rencananya, pengelolaan itu dialihkan ke Pemerintah Kota Gunungsitoli sesuai arahan pusat lewat Pemprov Sumut. Pada prinsipnya, Pemkab Nias menyatakan siap mendukung proses tersebut.
Ya’atulo pun mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut terhadap sektor kesehatan. Ia berharap penguatan fasilitas ini meningkatkan akses layanan medis sekaligus mendorong kemajuan pembangunan di wilayah kepulauan.